Seluruh produk koperasi dihasilkan langsung oleh komunitas perajin tenun ikat pewarna alam Uma Tinung Kambata
Rantai Produk
Rantai Produksi
Proses produksi bermula dari pengolahan kapas menjadi benang, dilanjutkan dengan tahap pewarnaan dan penenunan, hingga menghasilkan sehelai kain tenun yang siap dipasarkan
Setiap lembar produk telah melewati serangkaian proses: mulai dari budidaya tanaman kapas dan pewarna alami, pemintalan dan pewarnaan benang, penenunan, pengendalian standar kualitas, hingga tahap pemasaran
Tenun Ikat
36 produk
Tenun Ikat
Kain Kombu Motif Patola Bunga
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah (kombu) dengan Motif Patola Bunga.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Patola Bunga melambangkan sebuah keindahan, kesuburan, dan kemakmuran yang mekar berkesinambungan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru (kawuru) dengan Motif Patola Kamba dan Kuda.
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Patola Kamba melambangkan penghargaan menuju kehidupan yang abadi dan dapat menjadi simbol bahwa sesuatu yang berharga selalu dibungkus dengan kapas/kain.
Motif Kuda melambangkan keberanian, kejantanan, kesatriaan, kebangsawanan, dan kekayaan.
Kain tenun ikat pewarna alam kombinasi biru (kawuru) dan merah (kombu) dengan Motif Kura-Kura dan Udang.
Warna merah berasal dari akar mengkudu dan warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Kura-Kura melambangkan seorang ratu permaisuri atau istri raja.
Motif Udang melambangkan reinkarnasi manusia, kebangkitan dan peralihan fase kehidupan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru (kawuru) dengan Motif Ayam dan Mamuli.
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Ayam melambangkan kepemimpinan dan kesadaran.
Motif Mamuli melambangkan kesuburan dan penghormatan terhadap wanita.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru (kawuru) dengan Motif Habak dan Kuda.
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Habak melambangkan peristiwa yang terjadi tanpa diduga.
Motif Kuda melambangkan keberanian dan kejantanan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna hijau dan cokelat dengan Motif Mamuli.
Warna hijau berasal dari campuran indigofera dengan kayu kuning.
Motif Mamuli melambangkan kesuburan dan penghormatan terhadap wanita.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah (kombu) dengan Motif Karihu (Kupu-Kupu) dan Kuda Pasola.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Karihu melambangkan keindahan dari dari seorang wanita pekerja keras.
Motif Kuda Pasola melambangkan upacara adat yang dilaksanakan pada saat masa tanam padi sebagai warisan budaya Sumba.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru (kawuru) dengan Motif Ayam dan Singa.
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Motif Singa melambangkan keberanian dan kekuasaan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah (kombu) dengan Motif Ayam dan Rusa.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan, sedangkan Motif Rusa melambangkan pemimpin yang bijaksana.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru (kawuru) dengan Motif Habak dan Bintang.
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Habak melambangkan suatu peristiwa yang terjadi tanpa diduga, sedangkan Motif Bintang melambangkan keindahan
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah (kombu) dengan Motif Patola Kamba dan Ayam.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Patola Kamba melambangkan pengharggaan menuju kehidupan yang abadi, sedangkan Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah (kombu) dengan Motif Singa dan Kuda.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Singa melambangkan kekuatan dan kekuasaan, sedangkan Motif Kuda melambangkan keberanian dan kejantanan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru (kawuru) dengan Motif Habak.
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Habak melambangkan suatu peristiwa yang terjadi tanpa diduga.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru (kawuru) dengan Motif Tangawahil.
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Tangawahil melambangkan penghormatan terhadap tamu yang berkunjung ke rumah.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah (kombu) dengan motif Ayam, Kuda, dan Rusa.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Motif Kuda melambangkan keberanian dan kejantanan.
Motif Rusa melambangkan pemimpin yang bijaksana.
Kain tenun ikat pewarna alam kombinasi merah (kombu) dan biru (kawuru) dengan Motif Patola Ratu.
Warna merah berasal dari akar mengkudu dan warna biru berasal dari Indigofera.
Motif Patola Ratu melambangkan hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan pencipta yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru (kawuru) dengan Motif Karihu dan Buaya
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Karihu melambangkan keindahan dari seorang wanita pekerja keras.
Motif Buaya melambangkan seorang raja kerajaan atau bangsawan yang berkuasa.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah (kombu) Motif Buaya & Kakatua.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Buaya melambangkan seorang raja kerajaan atau bangsawan yang berkuasa.
Motif Burung Kakatua melambangkan sebuah persatuan, musyawarah, dan keindahan bertutur kata.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru dengan Motif Kakatua.
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Burung Kakatua melambangkan sebuah persatuan, musyawarah, dan keindahan bertutur kata.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru dengan Motif Ayam, Kakatua, dan Kuda
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Motif Burung Kakatua melambangkan sebuah persatuan, musyawarah, dan keindahan bertutur kata.
Motif Kuda melambangkan keberanian dan kejantanan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru dengan Motif Karihu & Mamuli
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Karihu melambangkan keindahan dari seorang wanita pekerja keras.
Motif Mamuli melambangkan kesuburan, asal usul kehidupan, dan sebagai penghormatan terhadap wanita.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru dengan Motif Karihu, Ayam, dan Pasola
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Karihu melambangkan keindahan dari seorang wanita pekerja keras.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Motif Kuda Pasola melambangkan upacara adat yang dilaksanakan pada saat masa tanam padi sebagai warisan budaya Sumba.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru dengan Motif Habak, Kuda, dan Ayam
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Habak melambangkan suatu peristiwa yang terjadi tanpa diduga/direncanakan.
Motif Kuda melambangkan keberanian dan kejantanan.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru dengan Motif Tangawahil dan Singa
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Tangawahil melambangkan penghormatan terhadap tamu yang berkunjung ke rumah.
Motif Singa melambangkan keberanian dan kekuasaan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru dengan Motif Patola Kamba dan Mamuli
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Patola Kamba melambangkan penghargaan menuju kehidupan yang abadi dan dapat menjadi simbol bahwa sesuatu yang berharga selalu dibungkus dengan kapas/kain.
Motif Mamuli melambangkan kesuburan, asal usul kehidupan, dan sebagai penghormatan terhadap wanita.
Kain Kombinasi Motif Patola Bunga, Habak, dan Singa
Kain tenun ikat pewarna alam kombinasi biru dan merah dengan Motif Patola Bunga, Habak, dan Singa.
Warna biru berasal dari tanaman indigofera dan warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Patola Bunga melambangkan sebuah keindahan, kesuburan, dan kemakmuran yang mekar berkesinambungan.
Motif Habak melambangkan suatu peristiwa yang terjadi tanpa diduga/direncanakan.
Motif Singa melambangkan kekuasaan dan keberanian.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru Motif Mamuli dan Kakatua.
Warna biru berasal dari indigofera.
Motif Mamuli melambangkan kesuburan, asal usul kehidupan, dan sebagai penghormatan terhadap wanita.
Motif Burung Kakatua melambangkan sebuah persatuan, musyawarah, dan keindahan bertutur kata.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru motif Karihu dan Mahang Katiku Tau.
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Karihu melambangkan keindahan dari seorang wanita pekerja keras.
Motif Singa Berkepala Manusia (Mahang Katiku Tau) melambangkan seorang raja yang memiliki kebijaksanaan budi pekerti (manusia) sekaligus kekuatan fisik dan otoritas yang mutlak (singa).
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah dengan Motif Kura-Kura dan Buaya.
warnamerah berasal dari akar mengkudu.
Motif Kura-Kura melambangkan seorang ratu permaisuri atau istri Raja Sumba.
Motif Buaya melambangkan seorang raja kerajaan atau bangsawan yang berkuasa.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna biru dasar putih dengan Motif Lobster
Warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Lobster melambangkan reinkarnasi manusia.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah dengan Motif Ayam, Kuda, dan Rusa.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Motif Kuda melambangkan keberanian dan kejantanan.
Motif Rusa melambangkan pemimpin yang bijaksana.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah Motif Burung Merak dan Ayam.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Burung Merak melambangkan untuk menjaga keindahan alam dan simbol kecantikan, keanggunan, dan kemewahan.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah & biru (kombinasi) Motif Mamuli dan Ayam.
Warna merah berasal dari akar mengkudu dan warna biru berasal dari tumbuhan indigofera.
Motif Mamuli melambangkan kesuburan, asal usul kehidupan, dan sebagai penghormatan terhadap wanita.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah dengan Motif Ayam.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.
Kain tenun ikat pewarna alam berwarna merah Motif Kuda Pasola dan Ayam.
Warna merah berasal dari akar mengkudu.
Motif Kuda Pasola menceritakan upacara adat yang dilaksanakan pada saat masa tanam padi sebagai warisan budaya Sumba.
Motif Ayam melambangkan kesadaran dan kepemimpinan.